![]() |
Surau Bait An-nur di Pontianak Timur. (Dok. M. Adli) |
Pewarta: M. Adli Barryananda
Surau Bait An-nur yang terletak di Pontianak Timur telah berdiri lebih dari 200 tahun yang kini berstatus bangunan Cagar Budaya (CB).
Komunitas Wisata Sejarah
(KUWAS) Pontianak, kembali menggelar acara bertajuk “Trip Menuju Rumah Cahaya”.
Perjalanan ini mengajak peserta menelusuri jejak sejarah di Surau Haji Naim atau
yang dikenal Surau Bait An-Nur, surau tertua di Pontianak yang kini berstatus
sebagai cagar budaya.
Kegiatan diikuti oleh 19
peserta pada Minggu 23 Maret 2025, pukul 15.30 WIB yang dipimpin langsung oleh ketua
KUWAS Reyhan Ainun Yafi. Perjalanan diawali dengan menaiki sampan menyeberangi
sungai menuju Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman, salah satu ikon
bersejarah di kota ini yang diyakini sebagai bangunan pertama di Pontianak.
Setelah itu, peserta
melanjutkan perjalanan ke destinasi utama, yaitu Surau Haji Naim yang letaknya
tidak seberapa jauh dengan Masjid Jami’. Setibanya di surau peserta disambut
oleh Saleh, selaku pengurus atau takmir surau. Berdasarkan penuturannya,
bangunan ini didirikan pada tahun 1802 Masehi atau 2 Rajab 1219 Hijriah oleh seorang
warga bernama Nahodda (Nahkoda Ahmad).
![]() |
Bagian dalam Surau Bait An-Nur (Dok. M. Adli) |
Selama di sana, peserta
berkesempatan mendengarkan langsung kisah tentang surau dari Saleh. Menurutnya,
surau ini tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga bagian penting dari
sejarah perkembangan Islam di Pontianak. Kemudian menjelang maghrib tiba,
suasana semakin syahdu saat peserta berbuka puasa bersama masyarakat setempat
di halaman surau dan merasakan kenyamanan di tempat penuh sejarah ini. Acara
pun menjadi lebih dari sekadar perjalanan fisik melainkan sebuah pengalaman
spiritual dan edukatif yang mendalam.
Dengan terselenggaranya acara
ini, KUWAS berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah lokal, tetapi
juga terinspirasi untuk melestarikannya. Setiap sudut bangunan bersejarah
menyimpan cerita berharga yang layak untuk dijaga dan diwariskan.
0 Comments